Dahlah, capek gue gagal mulu!

“Kok, gue gagal mulu ya? Padahal gue udah berusaha keras, tapi, kok malah ga sesuai realita sihhh” 

“Orang-orang kok pada bisa, ya? Apakah gue memang terlahir sebagai manusia gagal?"


Alhasil dari kalimat yang kamu ucapin barusan, kamu jadi takut nyoba hal baru, jadi males improve skill, ya karena takut gagal tadi, takut apa yang diusahakan malah kebuang sia-sia.


Nah, kalau kamu pernah ngerasain itu, aku pengen ngasih tau kamu satu hal, ternyata KEGAGALAN yang kita anggap musuh, ternyata itu adalah sahabat karibnya si kesuksesan, loh...
Loh, loh, kok bisa? Kenapa aku bilang gini, karena coba deh kamu renungin, kegagalan itu walau kesannya sakiiitt banget, tapi dia yang ngajarin kita buat evaluasi diri, nyadar gak? Kegagalan itu walau kesannya periiihh banget, tapi dia pula yang ngajarin kita biar jadi lebih bijak dalam berpikir dan mengambil tindakan. Kegagalan itu juga salah satu cara agar kita bisa memperbaiki diri. Kegagalan itu pula yang membuat kita mencapai suatu hasil dengan predikat yang lebih baik lagi. 


Maka jangan pernah kita jadikan sebuah kegagalan itu sebagai tombak kehancuran. NO!! Bagaimanapun, dengan adanya kegagalan, maka sebuah kesuksesan akan menjadi lebih sempurna. Percaya deh, saat kesuksesan sudah didapatkan dengan hasil perjuangan karena sebuah kegagalan, dalam hati kita akan merasa sangat bangga dan akan menjaga sekali apa yang sudah dicapai. So, jangan sia-siakan kegagalan dengan menjadikan kita semakin terpuruk dan putus asa, tapi segeralah bangkit, evaluasi diri, lalu lakukan perbaikan dari kegagalan itu. 


Nah, di sini aku pengen tekenin satu hal, untuk meraih kesuksesan itu sendiri gak mudah, butuh proses yang memakan waktu yang panjang. Coba kamu lihat ilmuwan terkenal, kita ambil contoh Thomas edison aja, si penemu lampu pijar, udah tau lah kan. Singkat cerita, dulu pas masih sekolah, Thomas edison ini dianggap gurunya sebagai murid yang nggak pinter, yang nggak ada bakat, dan murid yang paling tertinggal di kelasnya. Alhasil, beliau masuk sekolah cuma beberapa pekan aja, hingga akhirnya beliau pun dididik oleh ibunya sendiri. Selama diajari ibunya, Pendidikan Thomas edison ini didapatkan dari buku school of natural philosophy karya RG parker dan the cooper union for the advancement of science and art. Karena ketekunan Thomas edison dalam membaca buku dan bereksperimen, edison mampu menciptakan berbagai penemuan seperti lampu pijar, generator listrik, dan perekam suara. Nah, apakah kesuksesan penemuan edison itu adalah suatu hal yg instan? Ternyata tidak, untuk mencapai itu semua, ternyata edison telah mengalami 9000 kegagalan dalam percobannya, Hal ini tercatat dalam intellectual ventures. 


Contoh lainnya, misal kamu mengalami remidial di mata pelajaran Biologi, sementara teman-teman kamu yang lain berhasil. Hanya ada dua tindakan yang akan kamu pilih: Merasa rendah atau perbaiki kesalahan. Kalau kamu memilih opsi pertama, yaitu terus merasa rendah, maka kamu nggak akan pernah maju, kamu bakalan stuck di kegagalan itu, mau kamu nangis sejadi-jadinya pun gak bakalan ngubah keadaan juga, kan? Tapi, kalau kamu memilih opsi kedua, yaitu evaluasi diri lalu perbaiki kesalahan, maka - insyaaAllah- pasti akan membuahkan hasil, persentase untuk maju akan semakin besar.  


Kawan, setiap manusia pasti pernah gagal, siapa sih yang nggak pernah gagal? sekelas ilmuwan terkenal aja gagalnya sampai ribuan kali, loh. Maka, saat kita dihadapkan dengan kegagalan, silakan bersedih, tapi jangan lupa bangkit lagi, terus evaluasi diri. 


Aku harap, setelah ini, kamu bisa bersahabat dengan kegagalan, jadikan kegagalan itu sebagai acuan agar kamu bisa menjadi manusia yang ber-value tinggi, oke?


Semangat, Pejuang!! 


____________________________

Aku Widiya Sabrina, kamu bisa nemuin aku di:

https://www.instagram.com/w.sbrina_/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

To my life mate, whom I don't know who you are

Manusia favorit

Hilang untuk Healing -)